oleh

Desa Sarimukti Garut Tidak Potong BLT Migor, Begini Faktanya

GARUT – Kepala Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Uus Saripudin tidak habis pikir kenapa isu di luar mengatakan bahwa Desa Sarimukti melakukan pemotongan bansos BLT Minyak goreng (BLT migor).

Uus Saripudin heran, dimana salahnya desa sehingga ada pihak yang berusaha menyudutkan. Sehingga berita di media online dengan cepat mengatakan bahwa ada pemotongan BLT migor yang dilakukan oleh desa.

Padahal kata Uus, fakta sebenarnya tidak ada pemotongan BLT migor. Yang ada hanyalah pengalihan dari BPNT yang harusnya tunai menjadi dalam bentuk beras. Dan itupun yang melakukan bukanlah desa tapi semuanya dilakukan oleh kantor pos.

Sementara dari kabar yang berkembang, dikatakan bahwa desa Sarimukti melakukan pemotongan BLT migor sebesar Rp200 ribu sementara yang diberikan kepada KPM hanya Rp300 ribu.

Lebih lanjut Uus Saripudin menjelaskan, bahwa Pemerintah menyalurkan BLT migor berbarengan dengan BPNT. Dimana BLT migor diberikan selama 3 bulan dengan nominal Rp300 ribu. Sementara BPNT diberikan juga dalam bentuk tunai sebesar satu bulan yaitu Rp200 ribu. Sehingga total bansos yang harusnya diterima adalah Rp500 ribu.

Nah ketika pembagian di lapangan, masyarakat penerima bantuan memang diimbau agar mereka membelanjakan BPNT sebesar Rp200 ribu kepada beras yang disediakan oleh warung warga setempat.

Namun sifat imbauan itu tidak ada paksaan sama sekali. Jika masyarakat memang tidak mau membelanjakan kepada beras ya silahkan saja dibawa uangnya utuh sebesar Rp500 ribu.

“ Yang mau beli beras silahkan beli beras. Yang tidak mau silahkan pulang dikasih uang 500 ribu oleh pihak pos,” tegas Uus.

Dalam hal ini pihak Desa hanya ingin memastikan bahwa penerima bansos benar-benar membelanjakan uang tersebut kepada sembako sebagaimana arahan pemerintah.

Alhasil, sebagian dari penerima bansos tersebut ada yang membelanjakan uang BPNT kepada beras. Yaitu setiap KPM membeli beras sebanyak 17,5 kilogram atau sebesar Rp200 ribu. Sementara uang yang untuk BLT migor tetap utuh, tidak ada potongan yaitu Rp300 ribu per KPM (keluarga penerima manfaat).

Sehingga dalam hal ini menurut Uus, tidak ada yang dinamakan pemotongan. Karena uang yang senilai Rp200 ribu itu telah diganti dengan beras sebanyak 17,5 kilogram.

Kalaupun mau diistilahkan, menurut Uus, bukan dipotong, namun dalam hal ini KPM dialihkan dari yang awalnya menerima uang tunai menjadi menerima beras.

Dengan begitu menurut Uus, isu  yang mengatakan ada pemotongan itu merupakan fitnah. Karena yang dinamakan dipotong adalah diambil begitu saja tanpa ada pemberian apapun. Namun faktanya dalam hal ini KPM menerima beras.

“ Yang menyangkut dengan kata pemotongan, sebetulnya tidak ada kata pemotongan. Kalau pemotongan itu sebetulnya tidak ada beras,” tegas Uus.

Kemudian kesalahan informasi yang selanjutnya adalah, bahwa berita yang beredar justru BLT migor yang ramai dikatakan dipotong. Di sini pun Uus juga bingung. Karena uang BLT Migor sama sekali tidak ada pemotongan ataupun pengalihan. Uang BLT Migor utuh diterima semua KPM.

Jadi ada banyak sekali kesalahan informasi yang berkembang di luar. Dari mulai kata pemotongan, kemudian BLT migor. Itu semua keliru.

Kemudian catatan penting lainnya menurut Uus, dalam hal ini dirinya atau pihak desa, sama sekali tidak ikut campur dalam pembagian uang bansos BPNT dan BLT migor tersebut. Karena uang tersebut diserahkan langsung oleh kantor POS. Pihak Desa dalam hal ini hanyalah memfasilitasi tempat saja dan membantu kantor POS.

Namun Uus pun kembali heran dan bingung. Karena dari informasi yang beredar di media, bahwa yang mengatakan ada pemotongan itu justru pihak kantor POS. Dalam hal ini Uus sangat kecewa dan heran. Ada sentimen apa kantor pos dengan pihak desa. Dan apa sebetulnya niat di balik ramainya pemberitaan ini. (fer)

BACA JUGA: Jelang Lebaran Polres Garut Akan Perketat Keamanan, Pemkab Garut Siap Dukung Operasi Ketupat Lodaya

BACA JUGA: Layanan Digital Semakin Lengkap, BRI Gandeng Traveloka Tambah Fitur Travel di BRImo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.