oleh

GMBI Akan Laporkan Salah Satu Kades di Garut ke Kejari, Diduga BLT DD Tak Dibagikan

GARUT – Kepala Divisi Advokasi GMBI Distrik Garut, Budi Ocong dalam waktu dekat akan melaporkan salah satu kepala desa (kades) di Kabupaten Garut kepada Kejaksaan Negeri (kejari). Laporan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi dana desa. Yaitu mengenai BLT Dana desa yang diduga tidak dibagikan ke KPM.

Budi Ocong, Kepala Divisi Advokasi GMBI Distrik Garut itu mengaku sudah mengantongi dua alat bukti terkait indikasi penyelewengan dana desa tersebut. Bahkan Budi menyebut bahwa bukti yang dikantonginya ibaratkan sebuah hadits, sudah soheh.

Namun sayang, Pengurus GMBI Distrik Garut itu tak mau menyebut kades manakah yang akan dilaporkan ke Kejari Garut itu.

Jika sudah waktunya Budi akan mengundang awak media untuk sama-sama memantau di Kejari Garut nanti desa manakah yang akan dilaporkan tersebut.

“Sebentar lagi saya akan melaporkan ada salah satu kepala desa. Perihal DD akan melaporkan. Mau mengikuti jejak yang di Cilawu Ngamplang. Tunggu, ada kepala desa yang akan saya laporkan ke Kejaksaan Negeri,” tegasnya.

Bahkan sebagai permulaan, Budi Ocong sudah melakukan silaturahmi dengan Kasi Intel Kejari Garut belum lama ini kaitan laporan secara formil yang akan dilakukannya nanti.

Tak hanya satu desa saja, bahkan Budi Ocong juga akan melaporkan beberapa desa lain yang juga ada temuan dalam penerapan dana desa. Untuk Desa yang lain juga menurutnya bukti-bukti sudah kuat.

Adapun kaitan dengan Kades yang terindikasi tidak memberikan BLT dana desa itu, menurut Budi Ocong, Anggaran dana desa yang diduga dikantongi kades adalah dari anggaran dana desa tahun 2021.

BACA JUGA: Banjir Terjang 2 Kecamatan di Cirebon

Tak hanya BLT dana desa saja, menurutnya insentif RT RW pun ada yang dipotong tak jelas dan tanpa persetujuan. Kemudian ada pula temuan bahwa kades tersebut juga tidak memberikan uang sapa warga bantuan provinsi yang harusnya dibagikan ke RT RW.

Budi sendiri sudah melakukan klarifikasi kepada kades bersangkutan, dan kades sendiri menurutnya mengakui hal itu.

BACA JUGA: Korban Keracunan Makanan di Sodonghilir Tasikmalaya Puluhan Orang, Satu Diantaranya Meninggal

Lebih jauh Budi berpesan kepada seluruh kepala desa agar berhati-hati dalam penerapan dana desa. Menurutnya dana desa merupakan amanah yang harus diterapkan dengan benar.

BACA JUGA: Belasan Remaja Mau Tawuran di Kota Tasikmalaya, Maung Galunggung Berhasil Gagalkan

” Hati hati perihal dana desa, kenapa saya bilang hari hati, kepala desa, karena dana desa itu bukan punya kepala desa, bukan punya perangkat desa, bukan punya sekdes. Tapi dana desa itu adalah yang punya masyarakat yang dititipkan ke pemerintah desa untuk program program yang sudah ditentukan kemendes pusat,” katanya. (fer)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.