oleh

Bahas Nasib Petani, KAMMI Garut Diskusi dengan PKS, Kadistan juga Akademisi

KAMMI Garut Perjuangkan Petani

GARUT – Krisis pandemi memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi di Indonesia. Bahkan, di Provinsi Jawa Barat pertumbuhan ekonomi mengalami minus di angka 2.1%.

Hal ini terjadi karena produktifitas masyarakat terhambat akibat kebijakan PPKM yang diterapkan pemerintah sehingga sendi-sendi ekonomi lumpuh. Pertanian menjadi salah satu sendi ekonomi yang terdampak parah diantara bidang-bidang lainnya.

Akibat refokusing pemerintah yang dipusatkan kepada kesehatan, banyak kegiatan bidang pertanian yang terbengkalai. Secara konkret, refokusing anggaran terhadap covid-19 mengurangi produktifitas tani karena subsidi bibit dan pupuk dicabut.

Lantas hal ini menjadi landasan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) PD Garut mengadakan kajian bertajuk “Nasib Petani di masa Pandemi” Yang melibatkan beberapa stake holder berpengaruh diantaranya H. Jajang,S.Ag sebagai Anggota DPRD Fraksi PKS Komisi 2 yang juga Ketua Fraksi PKS di DPRD Garut, kemudian Ir. Beni Yoga Gunasantika, MP sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dr. Wahid Erawan, S.P, M.P sebagai akademisi dosen faperta UNIGA serta beberapa asosiasi petani di Kabupaten Garut.

H. Jajang mengapresiasi agenda ini karena berhasil mempertemukan tiga elemen yang saling melengkapi,

“Kita berharap dari agenda ini kita bisa merumuskan solusi untuk mewujudkan Garut yang Taqwa, Maju dan Sejahtera. Tugas Maju dan sejahtera ini adalah tugas bidang pertanian diantaranya,” ujar H Jajang.

Selain itu, H Jajang juga memaparkan tentang apa saja yang menyebabkan petani merugi dimasa pandemi yang salah satunya yaitu adanya PPKM yang mengakibatkan salah satu komoditas hasil pertanian di Garut terdampak.

Dalam penyampaiannya sebagai narasumber H Jajang juga sebagai pelaku pertanian.

Sebagai pihak eksekutif daerah, Ir. Beni menyampaikan serta menekankan tentang program Dinas Pertanian (Kadistan) kabupaten Garut yakni peningkatan produksi dan produktivitas yang diantaranya, peningkatan IP (Indeks Penanaman), Peningkatan kualitas SDM, Peningkatan nilai tambah dan daya saing. Yang dari ketiga program tersebut tujuan akhirnya yaitu prningkatan pendapatan petani.

Selain itu juga Dinas Pertanian kabupaten Garut memberikan dukungan program pusat yang dibagi pada 5 koridor serta pengembangan klaster holtikultura.

Beni Yoga menjawab beberapa pertanyaan diantaranya terkait solusi pemasaran produk hasil pertanian yakni dinas pertanian kabupaten Garut telah menyediakan pusat pemasaran asosiasi pasar tani Kabupaten Garut.

Dalam sudut pandang akademisi, Dr. Wahid Erawan, S.P, M.P menggambarkan situasi ekonomi pertanian di tengah pandemic covid-19 khususnya di Garut.

Dr Wahid menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 1998 hingga saat ini mengalami penurunan, bahkan hasil analisis ekonomi UNPAD, Pertumbuhan ekonomi jawa barat itu turun -2.1 % sehingga dampaknya diprediksi pengangguran akan meningkat.

Namun Dr Wahid menyampaikan secara alamiah sektor pertanian itu tidak begitu parah bahkan malah jadi untung, seperti hasil pertanian jeruk purut itu diolah menjadi produk turunan salah satunya dijadikan bahan pembuatan handsanitizer, sabun, sabun pencuci piring dan sebagainya.

Menurut Dr Wahid, strategi yang bagus saat ini untuk pertanian yakni bukan hanya menyudutkan pihak pemerintah saja yang untuk memberikan solusi, tetapi harus semua unsur yang terlibat, bahkan Ia mengajak generasi muda agar meningkatkan kreativitas bagaimana pertanian ini bisa maju dan dan bukan hanya kaum tua saja yang Bertani.

Kajian Tani ini merupakan pemantik dari kajian-kajian yang akan diselenggarakan pada beberapa waktu mendatang untuk menghasilkan solusi konkret antara pemerintah serta masyarakat terdampak covid 19.

“Dan kita akan pantau juga bahwa penyalahgunaan lahan untuk pertanian harus ditindak secara tegas sebab kalau sektor pertanian lumpuh negara akan hancur kelaparan,” Pungkas Dede Sukandi Kadep SOSMA PD KAMMI GARUT.(rls/KAMMI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *