oleh

Bupati Garut: Kendati Belajar Daring Kualitasnya Harus Ditingkatkan

Belajar Daring Masih Diberlakukan Untuk Tekan Covid-19

GARUT – Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 sejumlah siswa di Kabupaten Garut masih belajar secara dalam jaringan (daring). Pemerintah Kabupaten Garut meningkatkan skema pembelajaran untuk perbaikan kualitas pendidikan saat Pandemi Covid-19.

Bupati Garut Rudy Gunawan berharap para siswa tetap memiliki semangat belajar, meski di rumah dan secara daring.

Menurutnya, anak-anak bisa belajar dari rumah, namun kualitas belajarnya harus tetap diawasi dan dilakukan sesuai dengan metode yang sudah diatur oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.

“Tentu kenapa (masih memberlakukan belajar secara virtual, red), karena pandemi makin hari makin mengganas, tentu kita sepakat menyelesaikan masalah ini dengan melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya.

Rudy mengungkapkan, momentum masa pengenalan lingkungan sekolah bisa dilakukan sebagai momentum para siswa untuk lebih mengenal para guru, mengenal ruang sekolah, dan lain sebagainya, sehingga ia menginstruksikan kepala sekolah untuk membuat video tentang keberadaan sekolahnya.

“Saya minta kepada para kepala sekolah untuk membuat video tentang keberadaan sekolahnya, (dengan) memperkenalkan guru, memperkenalkan ruang kelas, memperkenalkan perpusatakaan, juga hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Ia berharap di masa pandemi ini para siswa bisa tetap semangat untuk belajar, berdoa dan tetap melaksanakan protokol kesehatan agar terhindar dari pandemi Covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, amanat Bupati Garut berbentuk video terkait pembukaan MPLS telah disebar luaskan ke seluruh lingkungan satuan pendidikan, para orang tua/wali, dan termasuk masyarakat, sebagai tanda dimulainya awal Tahun Pelajaran Baru 2021/2202 dan MPLS jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Garut.

Menurutnya, MPLS tahun ini diikuti sekitar 155.710 peserta didik baru dari semua jenjang, di mana 75.495 peserta didik baru berasal dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 45.624 peserta didik baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), dan 34.591 peserta didik baru untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar atas penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena situasi pandemi Covid-19 yang belum terkendali. Meski demikian, berbagai skenario pembelajaran telah disiapkan oleh satuan pendidikan, salah satunya yakni dengan full PJJ BDR (Pembelajaran Jarak Jauh dan Belajar Dari Rumah).

“Sambil terus berbenah diri secara optimis untuk persiapan PTM Terbatas jika situasi dan kondisi Covid-19 sudah terkendali,” pungkasnya. (Erf/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *