oleh

Mitigasi Corona, Yudha Sarankan Pemkab Produksi Handsanitizer Sendiri

GARUT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan sarankan Pemkab Garut maksimalkan upaya mitigasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Garut.

“Sementara ini, kita harapkan Pemkab Garut bisa fokus dulu pada proses mitigasi penyebaran virus corona di Garut, memberi edukasi kepada masyarakat,,” kata Yudha ketika dihubungi Radar Garut.

Upaya mitigasi penyebaran virus corona kata Yudha, bisa dilakukan dengan menyediakan handsanitizer gratis untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk sejumlah tempat yang selalu ramai dikunjungi warga seperti kawasan terminal, tempat ibadah, pasar, kantor pemerintah dan pusat pelayanan bagi masyarakat serta pusat keramaian warga lainnya.

Pembuatan handsanitizer sendiri kata Yudha, perlu dibagikan gratis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Garut yang berjumlah lebih dari 3 juta jiwa. Maka dari itu, penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini.

“Ketika di lapangan handsanitizer ini langka, di grosir, minimarket, apotek-apotek langka, adapun harganya bisa lebih mahal. Saya kira Pemda bisa bikin sendiri handsanitizer berstandar WHO (lembaga kesehatan dunia, red). Kalau berbicara anggaran, kan bisa menggunakan dana BTT. Untuk SDM kita tidak kekurangan, bisa kerjasama dengan perguruan tinggi, misalnya ada jurusan MIPA Farmasi Uniga, juga bisa dengan sarjana teknik kimia di Garut. Itu menjadi penting, karena kita harus fokus di mitigasi menciptakan PHBS, jika dilihat kondisi Garut yang Alhamdulillah belum ada yang positif corona, mudah-mudahan tidak ada. Tapi kita perlu mencontoh Surabaya, Bandung hingga Solo yang sudah mengembangkan handsanitizer sendiri,” ujar politisi PDI-P itu.

Lanjutnya, selain handsanitizer, Kabupaten Garut juga harus menyediakan lokasi khusus untuk tes swab tenggorokan berupa sputum atau dahak serta penyimpanan sampel tes dalam tabung Viral Transport Medium (VTM) yang saat ini jumlahnya masih terbatas.

Tabung VTM sendiri berfungsi untuk menampung hasil sampel spesimen swab tenggorokan berupa sputum atau dahak untuk tes virus corona yang nantinya akan dicek di 12 tempat yang ditunjuk sebagai jejaring laboratorium Covid-19 rujukan Kementerian Kesehatan.

“Jadi Pusat Informasi dan Koordinasi Penanggulangan Covid-19 harus bisa menjangkau banyak suspect. Jadi, siap melakukan swabtes kapan pun, jadi jangan ada lagi keterbatasan VTM,” katanya.

Yudha mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah kabupaten Garut bisa menggunakan dana BTT.

“Walau Garut tidak positif, penyebaran virus corona kan pandemik global. Pemerintah pusat sudah menetapkan status darurat penyebaran virus Covid-19. Jadi, penggunaan dana BTT diperbolehkan dan diperlukan sekali untuk mitigasi penyebaran virus corona di Garut, disamping itu juga untuk penanganan penyebaran virus yang sedang menjalar sejumlah wilayah. Kan dana BTT Garut ada Rp25 miliar,” katanya.

Meski upaya mitigasi harus menjadi fokus saat ini, Yudha juga mengingatkan agar Kabupaten Garut bisa siap menghadapi segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. (wed)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *