Gus Miftah Didukung Jaringan Moderat Indonesia, Soal Rendang Babi

Gus Miftah Didukung Jaringan Moderat Indonesia, Soal Rendang Babi
0 Komentar

“Assalamualaikum, Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Baqarah 168: Yā ayyuhan-nāsu kulụ mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibaw,” jelas Gus Miftah.

“Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di muka bumi,” tambahnya.

Keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari itu menyebut umat Islam tidak perlu pusing jika ada makanan non-halal.

Baca Juga:Mantan Mendag M Lutfi Segera Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Ekspor CPODorong Ekspansi UMKM, BRI Jalin Kerja Sama dengan Beemarket.id Pasarkan Produk Lokal Indonesia

Ia juga tidak mempermasalahkan umat non-muslim mau makan makanan halal atau haram, yang terpenting sebagai muslim yang taat cukup menjauhi itu.

“Kewajiban makan makanan halal kan hanya untuk orang Islam ya, kalau non-islam? Ya terserah mau makan apa,” tuturnya.

Selain itu Gus Mifath juga tidak mempermasalahkan tata cara mengolah makanan.

Bagi Gus Miftah, yang terpenting adalah makanan non halal yang dijual dipasaran harus diberi label non-halal sehingga umat Islam tidak salah memakanya.

“Termasuk mau di masak dengan bumbu apa dengan cara apa ya selera mereka,” ujar Gus Miftah.

“Saya justru berterimakasih kepada penjual makanan yang menjual makanan haram dan memberikan label non-halal,” sambungnya.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sleman, Yogyakarta itu mengimbau agar umat Islam tidak perlu marah apabila melihat makanan non-halak dijual.

Baca Juga:Kadisdukcapil Garut Akan Menambah Alat Perekaman dan Membangun ACMOptimalisasi Teknologi Digital, BRI Terus Tingkatkan Bisnis Wealth Management

Yang harus dilakukan oleh umat Islam adalah untuk tidak membeli serta memakanya.

“Sehingga kalau kita melihat makanan non-halal, yang kita lakukan jangan emosi, cukup nggak usah dibeli. Ngomong-ngomong sejak kapan ya rendang punya agama?.” tutupnya.

Setelah buat pernyataan tersebut, Gus Miftah dianggap semakin membuat situasi semakin panas, dengan begitu kemudian ia meluruskan pernyataanya terkait agama rendang.

Hal itu diungkapkan Gus Miftah di kanal YouTube DH Entertainment News dengan judul: “Viral! Rendang Babi Tidak Punya Agama? Begini Klarifikasi Gus Miftah”.

“Intinya saya bukan menghina Padang tidak. Catat ya, Padang salah satu ibu kota yang saya hormati. Tapi ketika kita berbicara rendang, rendang itu kan jenis makanan. Jengkol juga bisa di rendang, petai juga bisa direndang,” kata Gus Miftah, dilansir dari YouTube DH Entertainment News, dikutip Senin 20 Juni 2022.

0 Komentar