Eko Kuntadhi Tetap Dibawa ke Jalur Hukum?

Eko Kuntadhi Tetap Dibawa ke Jalur Hukum?
Mediasi pertemuan antara Ning Imaz yang ditemani sang suami Gus Rifqil (sisi kiri) dan Eko Kuntadhi (sisi kanan) di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.-Dok. Pondok Lirboyo-nu.or.id
0 Komentar

Gus Muid menyampaikan pesan secara khusus untuk para pengikut Ning Imaz di media sosial, serta para alumni Lirboyo di mana pun berada.ATerlebih ketika orang tersebut mengakui kesalahannya, menyesali perbuatannya, serta bersedia meminta maaf.

.
“Kalau Ning Imaz sudah menyatakan bahwa dia memaafkan, ya tentu kita berharap follower beliau atau juga seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, para alumni, mengikuti betul-betul (ajaran) masyayikh (para kiai), (yaitu) kalau orang sudah maaf ya sudah dimaafkan,” terang Gus Muid.

Hal terpenting dari pemberian maaf yang disampaikan keluarga besar Lirboyo untuk Eko Kuntadhi itu adalah agar kejadian penghinaan di media sosial tidak terulang lagi.

Baca Juga:Jadwal Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 Matchday 2Denise Chariesta 4 Tahun Jadi Pelakor Akui Menyesal Seperti Dalam Lingkaran Setan

“Yang penting dijadikan pembelajaran. Untuk ke depannya hal-hal seperti ini tidak terulang,” tegas Gus Muid. AC

Di sisi lain Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz, secara pribadi memaafkan Eko Kuntadhi.

Meski begitu, Ning Imaz tetap berpesan agar siapa pun mampu menghargai keyakinan seseorang terhadap agama.

“Seperti apa yang didawuh-kan oleh paman saya, atas petunjuk masyayikh, ya tentu secara personal saya memaafkan,” ungkap Ning Imaz.

Ning Imaz berharap agar ke depan, Eko Kuntadhi dapat melakukan perbaikan diri. Bahkan, pelajaran ini juga bisa dipetik hikmahnya untuk semua orang.

“Untuk introspeksi buat kita semua. Lebih berhati-hati lagi dalam bersikap dan bertindak,” imbuh Ning Imaz.

Ning Imaz berpesan agar Eko Kuntadhi bisa menghargai perbedaan pendapat dalam beragama. Agar tidak menyakiti orang yang berbeda pendapat.

“Penghargaan orang, siapa pun terhadap apa yang dia yakini itu patut dihargai. Jadi kita tidak bisa mengolok-olok keyakinan orang lain,” tutup Ning Imaz. (FIN)MG6

0 Komentar