Kanwil Ditjenpas Jabar Gelar Sidak dan Tes Urine di Rutan Kelas I Bandung untuk Cegah Peredaran Narkotika

istimewa
Kanwil Ditjenpas Jabar Gelar Sidak dan Tes Urine di Rutan Kelas I Bandung untuk Cegah Peredaran Narkotika
0 Komentar

BANDUNG – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mengadakan inspeksi mendadak (sidak) dan tes urine di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandung, Kamis (27/2) malam. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Sukarno Ali.

Sukarno Ali mengungkapkan bahwa langkah yang dilakukan merupakan bagian dari strategi pengawasan untuk memastikan tidak ada barang terlarang dan mencegah penyalahgunaan narkotika di dalam rutan.

“Kami terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas maupun Rutan. Sidak ini merupakan langkah preventif agar tidak terjadi peredaran narkotika serta pelanggaran aturan yang dapat mengganggu ketertiban,” ungkap Sukarno Ali, Jumat (28/2).

Baca Juga:Mira Lestari Fitriani Tampung Aspirasi, Dengarkan Keluhan dan Masukan Warga di ResesPlt. Karutan Garut Berikan Penguatan Pengamanan bagi Jajaran

Ia menjelaskan bahwa dalam operasi yang dilakukan, petugas melakukan pemeriksaan intensif di beberapa kamar hunian guna mencari barang-barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, dan alat komunikasi ilegal yang berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas terlarang. Selain itu, sejumlah warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani tes urine guna mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan narkotika.

Sukarno Ali menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kanwil Ditjenpas Jawa Barat dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba dan gangguan ketertiban lainnya.

“Langkah ini akan terus kami lakukan secara berkala untuk memperkuat disiplin, meningkatkan pengawasan, serta mengantisipasi potensi pelanggaran, terutama menjelang bulan suci Ramadhan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan melalui berbagai mekanisme, baik melalui pemeriksaan rutin maupun sidak mendadak. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan rutan yang aman dan kondusif, serta mendukung program pembinaan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik.

“Dengan adanya pengawasan ketat serta upaya pencegahan ini, diharapkan Rutan Kelas I Bandung tetap menjadi tempat pembinaan yang efektif dan mampu membantu warga binaan dalam proses rehabilitasi demi kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa hukuman,” pungkasnya. (*)

0 Komentar