3 Bulan Istri Ferdy Sambo Alami Trauma, Komnas Ham Mulai Curiga.

Editor:

JAKARTA,– Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan uji kebenaran terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo yang mengalami trauma atas kasus tewasnya Brigadir J.

Sudah satu bulan kasus tewasnya Brigadir J, Istri Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi belum memberikan keterangan karena dikabarkan masih trauma.

.
Komnas HAM mendesak untuk mengirimkan tim psikologi Independen untuk Putri Candrawathi. Hal tersebut dilakukan agar istri Irjen Ferdy Sambo dapat memberikan keterangan untuk memperoleh fakta atas peristiwa polisi tembak polisi.

Hal tersebut disampakan langsung oleh ketua Komnas HAM, Ahmad Taufam Damanik.

 

“Kita usulkan, tim penyidik, juga dari Komnas HAM, sudah bisa mendatangkan tim psikologi independes untuk menguji ulang, apa benar dia mengalami PSTS (Post-Traumatic Stress Disorder),” ucap Taufan kepada Wartawan Sabtu (6/8/2022).

Taufan meneruskan, jika Komnas HAM melindungi hak-hak putri Candrawathi sebagai pihak yang melapokrna dugaan pelecehan seksual dan dugaan ancaman pembunuhan.

meskipun begitu, pelaporan tersebut belum dapat dikatakan sebagai kebenaran. Namun, perspektif HAM, menuntut semua orang, wajib menghormati Putri Sambo sebagai korban dari sangkaan yang dia laporkan.


“Karena sudah tiga pekan (satu bulan), beliau, Ibu PC (Putri Sambo) ini, dikatakan mengalami trauma,” ujar Taufan.

Namun, pelabelan trauma selama ini sepihak, karena tak ada tim pendampingan ataupun regu psikolog independen yang dapat memastikan klaim tersebut.

 

“Kalau memang benar (trauma), memang harus benar-benar kita hormati hak-haknya. Tetapi, kalau ternyata tidak, maka bisa dimulai pemeriksaan terhadap dirinya (Putri Sambo). Termasuk nantinya, untuk bisa diminta keterangannya oleh Komnas HAM,” ujar Taufan.

Menurutnya Taufa, keterangan Putri Candrawathi, menjadi gerbang utama dalam proses pengukapan, penyelidikan, maupun penydikan atas tewasnya Brigadir J dalam insiden yang disebut adu tembak dengan Bharada di rumah dinas Irjen Sambo.

Muncul Publik

Putri Candrawathi muncul ke publik saat mengunjungi Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu, 7 Agustus 2022.

.
Istri Irjen Ferdy Sambo datang ke Mako Brimob bersama anak-anaknya untuk menjenguk yang suami yang ditempatkan di tempat khusus karena dugaan keterlibatannya dalam kematian Brigadir J.

Dalam kesempatan tersebut, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai sang suami. Dia juga memohon doa dari masyarakat.

“Saya Putri bersama anak-anak, saya mempercayai dan tulus mencintai suami saya. Saya mohon doa biar kami sekeluarga kuat menjalani masa yang sulit ini,” katanya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu, 7 Agustus 2022.

Saat memberikan pernyataannya, Putri sempat menangis. Dia pun mengaku ikhlas dan memaafkan terhadap segala perbuatan yang menimpa dirinya dan keluarga.

 

“Saya ikhlas memaafkan segala perbuatan yang kami dan keluarga alami,” katanya.


Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Irjen Pol Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus (Patsus) di Mako Brimob, selama 30 hari.

“(Selama) 30 hari info dari Itsus,” katanya, Minggu, 5 Agustus 2022.

Dijelaskannya, Irjen Pol Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinasnya Duren Tiga, Jakarta Selatan.

 

Diperiksa Mako Brimob

Sebelumnya, Ferdy Sambo diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Itsus) pada Sabtu (6/8), terkait etik dalam penanganan TKP Duren Tiga, dan langsung ditempatkan di patsus Mako Brimob dalam rangka pemeriksaan.

“(Penempatan khusus) dalam konteks pemeriksaan. Jadi tidak benar ada itu (penangkapan dan penahanan),” ujar Dedi, Sabtu (6/8).

Selama ditempatkan di patsus, Ferdy Sambo dijaga ketat oleh anggota Polri.

Selain memeriksa pelanggaran kode etik-nya, Tim khusus (Timsus) Polri juga menyelidiki dugaan tindak pidana terhadap 25 anggota Polri yang melanggar prosedur tidak profesional menangani TKP Duren Tiga.Datangi Mako Brimob, Sambil Menangis Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi: Saya Ikhlas

.

 

Dari 25 orang yang diperiksa tersebut, kata Dedi, terdapat empat orang yang ditempatkan di tempat khusus (Patsus) dalam rangka pembuktian yang lainnya, yakni sidang kode etik karena tidak profesional di dalam melaksanakan olah TKP, salah satunya Ferdy Sambo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) terhadap Irjen Pol. Ferdy Sambo yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

Dia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan Wasriksus atau Inspektorat Khusus terkait masalah tersebut, sudah diperiksa 10 saksi.

 

Dari keterangan 10 saksi yang diperiksa dan beberapa bukti, Irsus menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidak profesionalan di dalam olah TKP.

“Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu Korps Brimob Polri,” tutur Dedi.

Dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu, Tim Penyidik Timsus Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E sebagai tersangka, dengan sangkaan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang persekongkolan.(MG1)/(FIN)

BACA JUGA;Ajudan Istri Sambo Brigadir Ricky Rizal Terancam Hukuman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.