Penulis : Rizki Aldi Saputra | Editor: Feri Citra Burama
RadarPriangan.com, CIAMIS – Kegiatan belajar tatap muka akan segera berlangsung di Kabupaten Ciamis. Namun masih ada sekolah yang tidak layak digunakan untuk belajar mengajar. Salah satunya SDN 2 Janggala yang terletak di Dusun Sukalilah, Desa Janggala Kecamatan Cidolog. Hampir semua bangunannya rusak.
Bahkan ada dua bangunan dikosongkan karena kondisinya mengkhawatirkan. Dua bangunan itu ada yang atapnya hampir roboh sementara satu lagi temboknya hampir roboh. Kondisi tersebut jelas tidak layak untuk belajar mengajar.
” Bangunan yang membahayakan sudah dikosongkan,ada dua bangunan yang sudah dua tahun lebih dikosongkan. Tahun ini ada 57 siswa dengan 2 orang PNS serta 4 orang guru honor,” ujar kepala sekolah Kepala SD Negeri 2 Janggala Tatang Bahtiar (12/8/2020).
Baca Juga:Ini yang Ditunggu-tunggu, Pemkab Ciamis Siap Buka Belajar Tatap MukaJabar Targetkan Dua Juta UMKM Serap Bantuan Usaha dari Pusat
Menurutnya, sekolah telah mengajukan untuk perbaikan akan tapi belum disetujui. Kondsi itu bahkan diperparah karena selama masa pandemi sekolah dikosongkan tidak digunakan sehingga kurang terawat.
“Kondisi bangunan rusak tentu tidak nyaman untuk digunakan belajar. Karena khawatir sewaktu-waktu atap bangunan bisa roboh. Selama Pandemi ini, para siswa belajar di halaman rumah warga dan madrasah,”ucapnya.
Ia menambahkan,yang mengalami rusak rusak ada 7 ruangan, kondisinya rusak berat. Memang usia bangunan sudah lama.
” Semoga saja bangunan di SD Negeri 2 Janggala segera dilakukan perbaikan. Sehingga di saat belajar tatap muka kembali dibuka di sekolah agar para siswa bisa nyaman dalam belajar,”katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Ciamis, Endang Kuswana, mengaku mendapat informasi dari medsos yang sempat viral. Di sana dikabarkan bahwa SDN 2 Janggala rusak.
” Ramai di perbincangkan di medsos lalu kita terjun ke lokasi untuk melihat secara langsung,”katanya.
Hasil dari pemantauan memang benar bahwa sekolah tersebut rusak, ia mengusulkan agar sekolah secepatnya meminta bantuan rehab sekolah dengan rancangan perbaikan di tahun ini melalui Dak 2021.
Baca Juga:Tanamkan Sikap Toleransi, Gubernur Jabar Bersama Habib Luthfi Gelar Safari KebhinekaanKakek Tua Bangka Cabuli Anak Bau Kencur, Berdalih Dibuatkan Mainan Otok-otok
“Kita Ajukan ke beberapa sumber angaran dari mulai APBD kabupaten, DAk dan APBD propinsi untuk rehab perbaikan sekolah tersebut,semoga saja bisa tereliasisai melihat keadaan bangunan seperti ini,” ucapnya.